Pengertian, Jenis-Jenis, Cara-Cara, dan Lembaga Pengendalian Sosial Lengkap

Diposting pada
Pengertian, Jenis-Jenis, Cara-Cara, dan Lembaga Pengendalian Sosial– Untuk Menghindari Terjadinya berbagai prilaku menyimpang didalam masyarakat sehingga menciptakan kehidupan didalam masyarakat yang lancar, tertib, dan teratur maka perlu adanya pengendalian sosial. untuk lebih memahami simak lah penjelasan tentang pengendalian sosial berikut.
Pengertian Pengendalian Sosial 
pengendalian sosial bisa diartikan sebagai suatu proses yang direncanakan atau yang tidak direncanakan yang memiliki tujuan untuk membimbing, mengajak, bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Pengendalian sosial juga merupakan segenap cara dan proses yang ditempuh oleh kelompok orang atau masyarakat sehingga para pengikutnya bisa bergerak sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakatnya.

Jenis-Jenis Pengendalian Sosial

1. Gosip/Gunjingan
Gosip merupakan membicarakan seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut. Pada umum nya gosip berisi hal-hal yang dinilai kurang pantas menurut kacamata umum.
2. Teguran
Teguran merupakan kritik sosial yang dikeluarkan secara umum oleh masyarakat terhadap seseorang yang berprilaku menyimpang. Teguran ini pada umumnya dilakukan oleh orang dewasa seperti orang tua, guru, tokoh-tokoh masyarakat dan para pemimpin masyarakat. Dalam pelaksanaan nya teguran terbagi menjadi 2 macam, yaitu teguran tertulis dan teguran lisan. 
3. Cemoohan
Cemoohan adalah ejekan, hinaan, atau cela. Mencemohkan artinya mengejek , menghinakan atau mentertawakan. 
4. Pengucilan
Pengucilan merupakan mengeluarkan atau membuang dari lingkungan (keluarga atau masyarakat). seseorang yang dikucilkan ialah orang yang telah dibuang dari kelompoknya.

Cara-Cara Pengendalian Sosial

1. Cara Persuasif
Cara persuasif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan menekankan pada usaha mengajak dan membimbing kelompok masyarakat agar mengelurkan tindakan sesuai dengan cara persuasif. Pengendalian sosial dilakukan dengan cara persuasif  biasanya dilaksanakan pada masyarakat yang relatif tenteram, norma dan nilai sosial sudah menyatu dalam diri warga masyarakat nya. 
2. Cara Koersif
Cara koersif dalam pengendalian sosial dilakukan dengan  cara kekerasan atau paksaan. Biasanya cara koersif dilaksanakan dengan memakai kekuatan fisik. Cara koersif dilakukan sebagai upaya terakhir apabila cara pengendalian persuasif tidak berhasil.

Lembaga Pengendalian Sosial

1. Polisi
Polisi berperan dalam mencegah dan menangani kejahatan. Secara umum, polisi memiliki tugas memberikan penyuluhan tentang kesadaran hukum dan sosialisasi berbagai peraturan dan undang-undang.
2. Pengadilan
Pengadilan berfungsi menentukan kepastian hukum bagi para pelanggar norma hukum. Selain itu pengadilan juga berfungsi untuk mendamaikan pihak-pihak yang bersengketa dalam urusan perdata. keputusan yang dikeluarkan oleh pengadilan melihat kepada ketentuan hukum positif.
3. Tokoh Agama 
Orang yang memiliki pemahaman luas tentang agama dan menjalankan tugasnya sesuai dengan pemahaman tersebut bisa disebut dengan tokoh agama.  Tokoh agama ini mempunyai pengaruh dilingkungan nya karena nilai-nilai dan norma-norma yang ditanamkan nya berkaitan dengan perdamaian, sikap saling menghargai, saling mencintai, saling mengasihi, saling menghormati antar sesama manusia, kebaikan dan lain sebagainya.
4. Tokoh Masyarkat
Setiap seseorang yang dianggap memiliki peran dalam kehidupan sosial suatu masyarakat disebut sebagai tokoh masyarakat. Tokoh ini dapat di golongan orang yang dihormati atau terkemuka dalam masyarakat. 
5. Sekolah
Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu yang mempunyai fungsi pengendalian sosial. fungsi pengendalian sosial dikerjakan oleh para dewan yang ada didalam struktur disekolah. Sekolah memberikan wawasan pengetahuan sosial bagi civitas akedemik agar dapat berprilaku sesuai dengan  nilai-nilai dan norma-norma untuk disekolah atau untuk dimasyarakat.
6. Adat
Adat ialah kebiasaan yang telah mendarah daging menjadi norma sosial bagi masyarakat penganutnya. adat berasal dari dalam anggota masyarakat. Adat mempunyai peranan penting dalam pengendalian sosial karena adat untuk mengatur tentang tingkah laku masyarakat.
Itulah penjelasan tentang Pengertian, Jenis-Jenis, Cara-Cara, dan Lembaga Pengendalian Sosial. sekian dan terimakasih. 

Baca Juga :  10 Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli di Dunia