Pengertian, Teori, Bentuk, Ciri-Ciri, Dampak, dan 7 Faktor Penyebab Perubahan Sosial Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap

Diposting pada
Pengertian, Teori, Bentuk, Ciri-Ciri, Dampak, dan Faktor Penyebab Perubahan Sosial Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap – Didalam sebuah masyarakat pasti akan mengalami suatu perubahan sosial yang dikarenakan faktor lingkungan ataupun perkembangan zaman. Pada kesempatan kali ini akan membahas tentang pengertian perubahan sosial dan ciri-ciri, dampak dan faktor penyebab perubahan sosial beserta contohnya. Oleh karena itu mari lah simak ulasan yang ada dibawah berikut.

Pengertian Perubahan Sosial 

Perubahan sosial ialah suatu perubahan yang terjadi pada masyarakat mengenai sebuah nilai-nilai sosial, norma, dan berbagai pola dalam suatu kehidupan manusia. Pada hakikatnya, setiap masyarakat diseluruh dunia akan mengalami suatu perubahan-perubahan yang diketahui jika dibandingkan dengan suatu masyarakat di masa tertentu dengan masyarkat zaman dahulu. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa masyarakat pada dasarnya  terus menerus akan mengalami perubahan. Akan tetapi pada masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak selalu sama dikarenakan terdapat suatu masyarakat dengan perubahan yang lebih cepat dibandingkan dengan suatu masyarakat lainnya. 

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

1. Prof. Selo Soemardjan 
Menurut Selo Soemardjan menyatakan bahwa Perubahan sosial ialah suatu perubahan-perubahan yang terjadi pada sebuah lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi suatu sistem sosialnya.

2. Robert M.I Lawang 

Menurut Robert menyatakan bahwa Perubahan sosial ialah suatu proses ketika dalam suatu sistem sosial terdapat sebuah perbedaan-perbedaan yang bisa diukur yang terjadi dalam kurun waktu yang tertentu.

3. Robert Morrison Mac Iver
Menurut Robert Morisson menyatakan bahwa Perubahan sosial ialah suatu perubahan dalam bidang hubungan sosial atau perubahan terhadap suatu keseimbangan dalam hubungan sosial tersebut.
 
4. Roucek dan Warren 
Menurut Roucek dan Warren menyatakan bahwa Perubahan sosial ialah sebagai suatu perubahan dalam sebuah proses sosial atau dalam struktur masyarakat�.
 
5. Kingsley Davis
Menurut Kingsley Davis mengungkapakan bahwa Perubahan sosial ialah sebagai suatu perubahan-perubahan yang terjadi dalam sebuah struktur dan fungsi masyarakat�.
 
6. Max Weber
Max Weber menyatakan bahwa Perubahan sosial budaya ialah suatu perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian sebuah unsur-unsur.
 
7. Samuel Koening
Samuel Koening mentakan bahwa Perubahan sosial ialah perubahan sosial yang menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam suatu pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi tersebut terjadi dikarenakan adanya sebab intern maupun ekstern.
 
8. Robert H. Lauer
Menurut Robert H. Lauer menyatakan bahwa Perubahan sosial ialah sebagai suatu perubahan dalam segi fenomena sosial di berbagai suatu tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individual hingga tingkat dunia.

9. W. Kornblum
Menurut Kornblum menyatakan bahwa Perubahan sosial budaya ialah suatu perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.
 
10. Pasurdi Suparlan
Menurut Pasurdi Suparlan menyatakan Perubahan sosial ialah suatu perubahan dalam struktur sosial dan pola-pola hubungan sosial yang mencakup suatu sistem status, hubungan keluarga, sistem politik dan kekuasaan, maupun pada sistem penduduk�.

Teori-Teori Perubahan Sosial 

Perubahan bisa terjadi dikarenakan adanya modifikasi terhadap beberapa suatu pola kehidupan dari berbagai kondisi. Kondisi dalam penyebab terjadinya perubahan sosial bisa diketahui dengan sebuah teori-teori terjadi perubahan sosial. Teori-teori perubahan sosial yaitu sebagai berikut :

Baca Juga :  Awal Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia

1. Teori Evolusi (Evolutionary Theory) 

Pada teori evolusi ini menjelaskan bahwa suatu perubahan sosial mempunyai arah tetap dan akan dialami setiap masyarakat. Arah tetap yang dimaksud yaitu suatu perubahan sosial akan terjadi secara bertahap, mulai dari awal hingga akhir. Saat telah tercapainya suatu perubahan terakhir maka tidak akan terjadi perubahan lagi.

Teori Evolusi ini pada dasarnya berpijak dari teori Evolusi Darwin dan dipengaruhi dari sebuah pemikiran Herbert Spencer. Sedangkan pada teori evolusi ini dalam perubahan sosial terdapat dua tokoh yang paling berpengaruh yakni Emile Drkheim, dan Ferdinand Tonnies.

Menurut Emile Durkheim,  adanya suatu perubahan karena adanya suatu evolusi yang mempengaruhi perorganisasian masyarakat, terutama dalam menjalin suatu hubungan kerja. Sedangkan menurut Ferdinan Tonnies, bahwa masyarakat berubah dari yang sebelum masyarakat sederhana yang mempunyai suatu hubungan yang erat dan komperatif menjadi masyarakat besar yang menjalin hubungan yang secara terspesialisasi dan impersonal.

Kelemahan pada teori ini , tidak bisa menjelaskan pertanyaan “Mengapa Masyarakat Berubah” ?. yang dimana teori ini hanya menjelaskan sebuah perubahan yang terjadi.

2. Teori Konflik (Conflict Theory)
Pada Teori Konflik ini menjelaskan bahwa suatu perubahan sosial bisa berbentuk konflik. Konflik berasal dari suatu pertentangan kelas antara kelompok penguasa dengan kelompok masyarakat yang tertindas sehingga melahirkan suatu perubahan sosial yang mengubah suatu sistem sosial tersebut.
 

Pada Teori Konflik, tokoh yang berpengaruh ialah Karl Marx dan Ralf Dahrendort. Menurut Karl Marx, konflik sosial ialah suatu sumber yang paling penting dan paling berpengaruh terhadap semua perubahan sosial terjadi. dan Menurut Ralf Dahrendorf, setiap perubahan sosial ialah sebuah hasil konflik dalam kelas masyarakat.

3. Teori Fungsionalis
Dalam Teori Fungsionalis ini menjelaskan bahwa perubahan sosial ialah suatu yang konstan dan tidak memerlukan penjelasan. Oleh karena itu suatu perubahan sosial bisa saja mengacaukan suatu keseimbangan dalam masyarakat. jadi pada teori fungsional ini hanya menerima sebuah perubahan yang menguntungkan/bermanfaat untuk masyarakat, sedangkan pada perubahan yang tidak bermanfaat tidak akan digunakan atau dibuang.

Dalam Teori Fungsionals ini, tokoh yang berpengaruh ialah William Ogburn. menyatakan bahawa perubahan sosial ialah sebuah unsur-unsur masyarakat yang saling berkaitan dengan satu sama lain, namun suatu kecepatan dalam perubahan setiap unsur tidak akan sama. Ada unsur yang berubah dengan secara cepat, dan ada juga yang perubahannya lambat.

4. Teori Siklis/Siklus
Dalam teori siklusini , perubahan sosial terjadi secara bertahap dengan suatu perubahan yang tidak akan berhenti walau pada tahapan terakhir yang sempurna, tetapi pada perubahan tersebut akan kembali keawal untuk peralihan ke tahap selanjutnya. dan Sehingga tergambar sebuah siklus.

Dalam teori siklus ini, tokoh yang berpengaruh yaitu Oswald Spenger dan Arnold Toynbee. Menurut pendapat Oswald menjelaskan bahwa setiap masyarakat akan berkembang dengan 4 tahap, contohnya yaitu pada pertumbuhan manusia dari masa kanak-kanak, ke masa remaja, dan dari masa dewasa ke masa tua. Sedangkan menurut pendapat Arnold Toynbee, suatu perubahan sosial yang baik itu kemajuan ataupun kemunduran bisa dijelaskan dalam sebuah konsep-konsep kemasyarakatan yang berhubungan satu dengan yang lainnya, yaitu pada tantangan dan tanggapan.



Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

1. Perubahan Sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi secara cepat.
  • Perubahan Evolusi umumnya perubahan secara lambat yang disebut dengan evolusi. Perubahan ini akan memerlukan waktu yang lama, dan biasanya pada perubahan ini terjadi tanpa ada nya sebuah perencanaan terlebih dahulu, perubahan ini terjadi bisa bergantung pada orang – orang yang berkuasa pada masa tertentu.
  • Perubahan Revolusi, umumnya suatu perubahan yang terjadi dalam jangka waktu yang cepat disebut juga dengan perubahan revolusi. Perubahan Revolusi ini mengubah dasar – dasar dan penopang kehidupan masyarakat dalam jangka waktu yang bentar.

2. Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar dan Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil.
  • Perubahan Sosial yang pengaruhnya kecil ialah suatu perubahan yang bisa mempengaruhi suatu kehidupan bermasyarakat, namun tidak mempunyai arti penting dalam struktur sosial. Contohnya yaitu pada perubahan model pakaian yang tidak melanggar sebuah nilai dan norma.
  • Perubahan Sosial yang pengaruhnya besar ialah suatu perubahan yang mempunyai dampak besar dalam kehidupan bermasyarakat. Contohnya yaitu pada perubahan sistem pemerintahan.

3. Perubahan yang direncanakan dan perubahan yang tanpa perencanaan.
  • Perubahan yang direncanakan yaitu sebuah perubahan sosial dengan mempersiapkan dengan matang dan perencanaan. contohnya yaitu pada program keluarga berencana.
  • Perubahan tanpa perencanaan ialah suatu program tanpa adanya sebuah persiapan dan perencanaan. contohnya keluarga yang tiba-tiba terpaksa pindah ke lingkungan baru.

4. Perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki.
  • Perubahan yang dikehendaki yaitu sebuah perubahan sosial yang disetujui oleh masyarakat yang bersangkutan. Contohnya yaitu sebuah Perencanaan terhadap aturan tertentu melalui yang telah disetujui dalam rapat.
  • Perubahan yang tidak dikehendaki yaitu sebuah perubahan sosial yang kebalikan dari perubahan yang dikehendaki. 

Ciri-Ciri Perubahan Sosial 

 Dalam perubahan sosial mempunyai ciri-ciri, ciri-ciri perubahan sosial yaitu sebagai berikut :
  • Tidak ada suatu masyarakat yang berhenti dalam perkembangannya, hal ini disebabkan setiap masyarakat akan mengalami perubahan yang terjadi secara lambat atau dengan secara cepat.
  • Pada perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan suatu perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial lainnya.
  • Pada perubahan sosial yang cepat biasanya akan mengakibatkan disorganisasi yang mempunyai sifat sementara karena berada di dalam sebuah proses penyesuaian diri.
  • Pada perubahan-perubahan tidak bisa dibatasi pada sebuah bidang kebendaan atau bidang spritual saja, karena kedua bidang tersebut mempunyai sebuah kaitan timbal-balik yang kuat.
  • Perubahan sosial yang secara tipologis bisa dikategorikan sebagai suatu proses sosial, segmentasi, perubahan strutural dan perubahan struktur kelompok.

Dampak Perubahan Sosial 

Perubahan sosial dalam lingkungan masyarakat mempunyai dampak/akibat baik itu dampak positif maupun dampak negatif dalam kehidupan masyarakat antara lain yaitu sebagai berikut..

Baca Juga :  Pengertian, 9 Fungsi Lembaga Agama, dan Macam-Macam Lembaga Agama di Indonesia

1. Dampak Positif Perubahan Sosial
Dampak positif dalam suatu perubahan sosial memberikan pengaruh dalam sebuah kemajuan kehidupan masyarakat. Macam-macam dampak positif perubahan sosial yaitu sebagai berikut :

  • Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Dalam perkembangan iptek bisa mengubah sebuah nilai-nilai lama menjadi nilai-nilai baru untuk mendorong berbagai inovasi dalam kemudahan kehidupan masyarakat untuk menuju perubahan sosial ke arah modernisasi.
  • Tercipta Lapangan Kerja Baru Untuk mendorong industrialisasi dan perkembangan sebuah perusahaan mutinasional yang berkembang secara global dan pembukaan industri kecil, tentu saja akan memberikan banyak lapangan kerja yang sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara maksimal.
  • Tercipta Tenaga Kerja Profesional Untuk mendukung suatu persaingan industri maka diperlukan sebuah tenaga kerja yang terampil, cakap, ahli dan profesional
  • Nilai dan Norma Baru terbentuk Karena adanya perubahan yang terjadi terus menerus yang sehingga memerlukan sebuah nilai-nilai dan norma dalam menjaga suatu arus perubahan yang berdasarkan nilai dan norma tanpa menghalangi dalam terjadinya perubahan sosial. 
  • Efektivitas dan Efisiensi Kerja Meningkat Efektivitas dan efisiensi kerja selalu berkaitan dengan penggunaan sebuah alat produksi yang tepat dalam menghasilkan sebuah produk yang lebih cepat, lebih banyak dan tepat sasaran.

2. Dampak Negatif Perubahan Sosial 
Dalam suatu perubahan sosial akan menunjukkan sebuah kerugian yang dialami oleh masyarakat, baik itu dalam kerugian material maupun non material. Macam-macam dampak negatif dalam perubahan sosial yaitu sebagai berikut :
  • Terjadinya Disintegrasi Sosial Disintegrasi terjadi dikarenakan adanya sebuah evolusi, kesenjangan sosial, perbedaan kepentingan yang mendorong suatu perpecahan dalam masyarakat.
  • Terjadinya Pergolakan Daerah, akan terjadinya pergolakan di daerah karena akibat dari suatu perbedaan agama, ras suku bangsa, dan politik tidak memperhatikan suatu tatanan hidup, Mengabaikan sebuah nilai dan norma, dan dalam kesenjangan ekonomi  
  • Kenakalan Remaja Muncul akibat dari pengaruh suatu perubahan sosial nilai-nilai suatu kebebasan budaya barat yang diikuti tanpa disesuaikan sebuah kondisi kebudayaan sendiri.
  • Terjadi Kerusakan Lingkungan 
  • Eksistensi Adat Istiadat Berkurang Pada nilai adat istiadat akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat karena dianggap tidak sesuai dengan sebuah perkembangan zaman, dan digantikan dengan nilai kebudayaan modern.
  • Lembaga Sosial tidak Berfungsi Secara Optimal Dalam perubahan sosial ini akan mengakibatkan dampak negatif akan menyalah gunakan suatu kedudukan dan wewenang
  • Munculnya Paham Duniawi Konsumenisme yaitu suatu paham/ideologi yang menjadikan seseorang mengkonsumsi/memakai barang-barang yang secara berlebihan. Paham Sirkulasi, suatu paham yang memisahkan sebuah urusan dunia dengan urusan agama. dan yang terakhir paham Hedonisme, yaitu suatu paham yang menganggap hidup bertujuan untuk mencari sebuah kebahagiaan sebanyak mungkin dan untuk menghindari sebuah perasangka-perasangka yang menyakitkan.

Faktor Penyebab Perubahan Sosial 

Secara umum, terdapat dua faktor yang mempengaruhi dalam terjadinya suatu perubahan sosial yaitu sebagai berikut :
1. Faktor Internal 
Faktor internal ialah suatu faktor yang berasal dari suatu lingkungan didalam masyarakat tersebut. Macam-macam faktor internal dalam suatu perubahan sosial yaitu sebagai berikut :
  • Dalam Pertumbuhan penduduk
  • Dalam Penemuan baru
  • Dalam Invensi (kombiansi baru terhadap suatu pengetahuan yang telah ada)
  • Dalam Sistem ideologi (keyakinan mengenai nilai-nilai tertentu)

2. Faktor Eksternal
Faktor eksternal ialah sebuah faktor yang berasal lingkungan luar masyarakat tersebut.
  • Pada suatu Lingkungan fisik (contohnya musibah atau bencana alam)
  • Pada Peperangan
  • sebuah Pengaruh dari kebudayaan lain
Didalam linkungan masyarakat akan mengalami suatu perubahan sosial, dalam perubahan sosial ada yang berdampak positif maupun negatif. Itulah ulasan tentang Pengertian, Teori, Bentuk, Ciri-Ciri, Dampak, dan 7 Faktor Penyebab Perubahan Sosial Beserta Contohnya Menurut Para Ahli Terlengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang membutuhkannya. Sekian dan terimakasih.


Baca Juga :

Baca Juga :  6 Cara dan Waktu Yang Tepat Untuk Ibu Mendoakan Anaknya Menurut Islam Yang Wajib diketahui