Manajemen Risiko

√ Manajemen Risiko : Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup, Jenis & Komponen Terlengkap

SeputarIlmu.Com – Hallo para pencari ilmu, jumpa kembali dalam artikel di seputarilmu.com. Kali ini akan membahas mengenai Manajemen Risiko. Ada yang sudah mengenal atau pernah mendengar mengenai istilah Manajemen Risiko? Simak penjelasan terlengkapnnya di bawah ini.

√ Manajemen Risiko : Pengertian, Tujuan, Ruang Lingkup, Jenis & Komponen Terlengkap

Pengertian Manajemen Risiko

Manajemen Risiko merupakan salah satu proses mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, mengendalikan, dan berusaha menghindari, meminimalkan, atau bahkan menghilangkan risiko yang tidak dapat diterima.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Risiko Menurut Para Ahli

Tujuan Manajemen Risiko

1. Melindungi Perusahaan

Dapat memberikan perlindungan terhadap perusahaan dari tingkat risiko signifikan yang bisa menghambat proses pencapaian tujuan perusahaan.

2. Membantu Pembuatan Kerangka Kerja

Bisa membantu dalam proses pembuatan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas ririko yang ada pada proses bisnis dan fungsi-fungsi di dalam sebuah perusahaan.

3. Mendorong Manajemen Agar Proaktif

Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengurangi potensi risiko, dan menjadikan manajemen risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan kinerja perusahaan.

4. Sebagai Peringatan untuk Berhati-Hati

Mendorong semua individu dalam perusahaan agar bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan demi tercapainya tujuan yang diinginkan bersama.

5. Meningkatkan Kinerja Perusahaan

Dapat membantu meningkatkan kinerja perusahaan dengan menyediakan informasi tingkat risiko yang disebutkan dalam peta risiko/ risk map. Hal ini juga berguna dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses risk management secara berkesinambungan.

6. Sosialisasi Manajemen Risiko

Membangun sebuah kemampuan individu maupun manajemen untuk mensosialisasikan pemahaman tentang risiko dan pentingnya risk management.

Baca Juga : Manajemen Strategi

Ruang Lingkup Manajemen Risiko

  • Menentukan konteks aktivitas yang akan dikelola risiko
  • Identitas risiko
  • Analisis risiko
  • Evaluasi risiko
  • Mengendalikan risiko
  • Memantau dan mentelaah ulang
  • Koordinasi dan komunikasi

Jenis-Jenis Manajemen Risiko

1. Manajemen Risiko Operasional

Manajemen ini berkaitan dengan resiko yang timbul yang diakibatkan gagal fungsi proses internal, contohnya karena human error, kegagagalan sistem, faktor luar seperti misalnya seperti bencana dsb.

Dalam menejemen resiko operasional, terdapat empat faktor penyebab resiko antara lain manusia, proses, sistem serta kejadian eksternal.

Dengan memahami manajemen risiko tersebut, perusahaan dapat mengambil langkah preventif atau juga bahkan sanksi supaya kapasitas produksi serta layanan terjaga semisal terdapat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

2. Manajemen Hazard

Manajemen hazard ini berhubungan dengan kondisi potensial yang mengakibatkan kebangkrutan serta kerusakan. Pada saat kita membahas hazard, tentu kita juga akan membahas peril. Resiko perilaku merupakan kejadian atau peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian bisnis.

Dalam hal ini terdapat tiga macam hazard yang harus diketahui, diantaranya legal hazard, physical hazard dan moral hazard.

3. Manajemen Resiko Finansial

Manajemen resiko finansial merupakan upaya pengawasan resiko serta perlindungan hak milik, keuntungan, harta dan juga aset sebuah badan usaha.

Pada prakteknya, suatu proses pengelolaan resiko tersebut melingkupi identifikasi, evaluasi serta juga melakukan pengendalian resiko jika ditemukan hal yang mengancam keberlangsungan organisasi.

Manajemen ini sangat penting sebab manajemen ini merupakan salah satu sumber daya perusahaan.

Oleh sebab itu seorang akuntan itu harus benar-benar mempertimbangkan segalama macam resiko lainnya yang berhubungan dengan keuangan, seperti berikut ini :

  • Resiko likuiditas
  • Diskpntinuitas pasar
  • Resiko kredit
  • Resiko regulasi
  • Resiko pajak
  • Resiko akuntansi

Menejemen ini juga tidak lepas dari perubahan kurs mata uang yang erat hubungannya dengan perubahan inflasi, neraca perdagangan, kapasitas utang, suku bunga dsb.

4. Manajemen Resiko Strategis

Manajemen ini berhubungan dengan pengambilan keputusan. Resiko yang biasanya muncul ialah kondisi tak terduga yang mengurangi kemampuan pelaku bisnis dalam menjalankan strategi yang direncanakan.

Dalam hal ini beberapa faktor diantaranya seperti resiko operasi, resiko asset impairment, resiko kompetitif atau juga bahkan resiko frenchise (bila ada).

Untuk bisa mengetahui resiko yang kemungkinan besar terjadi serta merugikan perusahaan ialah dengan menuliskan item penting seperti hal sebagai berikut ini :

  • Penilaian resiko tersebut sesuai dengan kecenderungannya dan juga dampaknya
  • Penilaian pada kondisi saat ini yang sedang terjadi
  • Rencana tindakan bila resiko terburuk benar-benar muncul

Baca Juga : Manajemen Laba

Komponen Manajemen Risiko

1. Lingkungan Internal (Internal Environment)

Merupakan segala sikap manajemen di semua tingkatan untuk operasi umum dan konsep kontrol pada khususnya.

Ini termasuk etika, kompetensi, dan integritas serta pentingnya kesejahteraan organisasi.

2. Penentuan Sasaran (Objective Setting)

Perusahaan menetapkan tujuan operasional sebagai dasar untuk mengidentifikasi dan mengelola semua risiko.

Target ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

  • Strategic Objective : Fokus pada upaya mewujudkan visi dan misi
  • Activity Objective : Fokus pada kegiatan operasional, pelaporan, dan kepatuhan

3. Identifikasi Peristiwa (Event Identification)

Manajemen mengidentifikasi berbagai peristiwa potensial yang mempengaruhi strategi dan pencapaian tujuan perusahaan. Kejadian tidak pasti ini dapat memiliki dampak positif, tetapi juga dapat memberikan risiko.

4. Penilaian Risiko (Risk Assessment)

Penilaian risiko memungkinkan suatu organisasi untuk menilai suatu peristiwa atau kondisi dan hubungannya dengan pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen perlu melakukan analisis tentang kemungkinan dampak risiko ini dengan dua perspektif, yaitu sebagai berikut :

  • Likelihood (kecenderungan atau peluang)
  • Impact atau Consequnce (besaran dari realisasi risiko)

5. Tanggapan Risiko (Risk Response)

Manajemen mengevaluasi risiko, kemudian menentukan sikap atau respons terhadap risiko-risiko ini. Respons dari manajemen ini tergantung pada risiko yang dihadapi.

Respons tersebut diantaranya :

  • Menghindari risiko (Avoidance)
  • Mengurangi risiko (Reduction)
  • Memindahkan risiko (Sharing)
  • Menerima risiko (Acceptance)

6. Aktivitas Pengendalian (Control Activities)

Proses ini ialah suatu persiapan prosedur atau kebijakan yang membantu memastikan bahwa respons terhadap risiko yang dipilih sudah memadai dan dilaksanakan dengan baik.

Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya :

  • Membuat kebijakan dan prosedur
  • Pelimpahan wewenang
  • Mengamankan aset perusahaan
  • Pemisahan fungsi
  • Pengawasan

7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)

Kegiatan ini berfokus pada pengidentifikasian informasi dan mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak terkait melalui media komunikasi yang tepat.

Dengan begitu, setiap orang yang mendapatkan informasi dapat melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Beberapa faktor penting dalam menyampaikan informasi tersebut diantaranya :

  • Kualitas informasi
  • Arah komunikasi
  • Alat komunikasi

8. Pemantauan (Monitoring)

Pemantauan yaitu salah satu komponen terakhir dalam manajemen risiko. Proses pemantauan dilakukan terus menerus untuk memastikan bahwa setiap komponen lainnya berfungsi dengan baik.

Yang penting untuk dipertimbangkan dalam proses pemantauan adalah pelaporan yang tidak lengkap atau berlebihan.

Baca Juga : Sistem Informasi Manajemen

Demikianlah penjelasan terlengkap mengenai Manajemen Risiko Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan bagi para pencari ilmu. Terima Kasih.

/* */